Jun 20 2009

Liputan pemilihan presiden 2009

Published by Editor under Analysis, Archives

Pemilihan presiden tinggal diambang pintu. Praktisi jurnalistik pada masa-masa sibuk untuk merencanakan laporan, membuat liputan dan mengeksekusi liputan lapangan. Perencanaan yang baik sekali lagi akan menjadi andalan untuk keberhasilan liputan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam liputan kali ini:

1. Media di Indonesia sangat sulit independen karena sistem pemilikan media. Beberapa pengusaha dan penguasa menjadi pemilik lembaga pemberitaan. Televisi, radio, koran, majalah bahkan online langsung atau tidak langsung akan terkait dengan kelompok pendukung capres. Oleh sebab itu bagi praktisi jurnalis perlu perhatian ekstra mengenai kebijakan editorial yang ditengarai akan memihak salah satu capres-cawapres. Mau tidak mau ini akan muncul tatkala membuat angle berita dan HL.

2. Karena sistem pemilikan inilah maka praktisi jurnalistik dihadapkan pada situasi dimana ideal-ideal jurnalistik tidak mudah untuk diwujudkan. Jika staf editorial ini masih memiliki komitmen akan pengembangan jurnalistik yang sehat di Indonesia - meski mereka sadar digaji oleh para penguasa dan calon penguasa ini - namun perlu memperkuat basis independensi editorial ini.

3. Selain itu dengan berkembangnya siaran televisi maka penyusun berita dihadapkan pula dengan arus berita yang cepat berkembang secara visual dan live. Ini merupakan tantangan sendiri yang harus dijawab oleh tim redaksi. Salah satu akibat dari visualisasi ini adalah adanya pengaruh emosional terhadap angle berita. (Bersambung)

No responses yet

May 04 2009

Dilema media online yang tidak kritis

Sejak Ketua KPK non aktif Antasari Azhar dinyatakan resmi ditahan, pemberitaan sebagian media online semakin tidak terkontrol. Jauh dari etika jurnalistik yang dijunjung tinggi tidak hanya di Indonesia tetapi juga seluruh jurnalis mancanegara.

Pemberitaan online di Indonesia dikhawatirkan akan terjebak sebagai media yang tidak kredibel, tidak akurat dan tidak menggunakan kaidah berimbang.

Sangat disayangkan kecepatan itu kemudian disalahgunakan oleh redaksi media online sebagai sebuah pemberitaan yang cenderung gossiping, berita dilepas tanpa sebuah pagar editorial yang handal. Media online dikhawatirkan menjadi sebuah jaringan berita gosip yang tidak mendidik para pembacanya.

Ketika kasus Antasari Azhar ini muncul media online diuji kredibilitasnya. Bagaimana sebuah penyelidikan sedang berlangsung seseorang kemudian divonis dengan berbagai berita gosip dari sumber yang tidak jelas. Dikhawatirkan media online menjadi sebuah alat kelompok tertentu bukan sebagai gatekeeper.

Oleh sebab itu kalau kita menyimak beberapa produk online di bidang pemberitaan cenderung menjadi tidak kritis, asal jadi dan menurunkan kualitas jurnalistik secara menyeluruh.

Sayangnya kelompok yang mengamati jalannya media ini tidak bekerja maksimal.

Di Inggris bila pemberitaan bersifat fitnah dan belum jelas akan berakhir di meja hijau dimana redaksi dan editor harus mempertanggungjawabkan isi berita itu. Ujung-ujungnya adalah denda berat apabila gugatan terhadap media online sekalipun dianggap sebagai sebuah pembunuhan karakter seseorang sebelum dibuktikan di meja hijau.

Inilah bagian dari ironi reformasi jurnalistik pasca orde baru dimana kebebasan kemudian menjadi tanpa saringan, tanpa kritis dan tanpa kendali. Siapa pemegang saham perusahaan media maka dia bisa saja menggunakanya sesuai dengan pesananan pemilik.

Disinilah kalangan akademisi, LSM dan Dewan Pers harus terjun langsung meningkatkan kualitas pelaporan jurnalistik menjadi sebuah karya yang kritis, seimbang, tidak memihak dan akurat.

Harus dipisahkan mana liputan investigasi, berita biasa dengan opini. Mencampur adukkan berita dan opini hanya karena ingin terlihat ekslusif akan menjadikan media online khususnya menjadi bahan tertawaan jurnalis dunia.

2 responses so far

Mar 06 2009

Lowongan wartawan detikcom

Published by Editor under Archives, Careers, Jobs

Dunia jurnalistik masih terbuka bagi Anda yang masih berminat. Karir di dunia jurnalistik ini bisa diawali di Detikcom, sebuah situs berita terkemuka di Indonesia. Silahkan baca syarat-syaratnya. Sampaikan sebelum 31 Maret 2009.

[RED] Journalist DetikNews.com
Requirements:

  • Candidate must possess at least a Bachelor’s Degree in any field.
  • Fresh graduates/Entry level applicants are encouraged to apply.
  • Single, not more than 24 years old and attractive appearance.
  • Have great interest in journalism especially news & politics
  • Able to communicate and write in English
  • Energetic, dynamic, creative & like challenges
  • Please state position code in the e-mail subject; [RED] Journalist DetikNews.com.

[RED] Journalist DetikFinance.com
Requirements:

  • Candidate must possess at least a Bachelor’s Degree in any field.
  • Fresh graduates/Entry level applicants are encouraged to apply.
  • Single (male preferably), not more than 24 years old and have an attractive appearance.
  • Has great interest in journalism especially finance & business news.
  • Able to communicate and write in English.
  • Energetic, dynamic, creative & like challenges.
  • Please state position code in the e-mail subject; [RED] Journalist DetikFinance.com.

[RED] Journalist DetikHot.com
Requirements:

  • Candidate must possess at least a Bachelor’s Degree in any field.
  • Fresh graduates/Entry level applicants are encouraged to apply.
  • Single (male preferably), not more than 24 years old and have an attractive appearance.
  • Has great interest in journalism especially life style & celebrity news.
  • Able to communicate and write in English.
  • Energetic, dynamic, creative & like challenges.
  • Please state position code in the e-mail subject; [RED] Journalist DetikHot.com.
If you are ready for the challenge, please submit your application letter with full details of resume and recent photograph not later than March, 31st 2009 to:

HUMAN RESOURCES DEVELOPMENT
PT Agranet Multicitra Siberkom
nanang@detik.com
“Only short-listed candidates will be notified”
“Invitation Processes will be conducted by sms & email”

3 responses so far

Jan 12 2009

Tips menyusun berita radio

Published by Editor under Archives, Radio

Penyajian berita radio memerlukan seni tersendiri. Teknik pemberitaan atau pelaporan berita tidaklah begitu mudah dan juga tidak sulit kalau seandainya hasilnya memang mau memenuhi syarat. Berita radio hanya didengar satu kali dan kadang-kadang informasi mengalir cepat sehingga bila tidak ditata dengan baik akan membingungkan pendengar.

Setidaknya informasi yang akan diberikan tidak sampai kepada pendengarnya. Michele Betz dari BBC memberikan beberapa catatan agar sistem pemberitaan untuk radio ini bisa berhasil memenuhi targetnya. Tips dari Betz ini dikembangkan lagi berdasarkan beberapa pengalaman.

1. Jangan berusaha untuk menjelaskan cerita keseluruhan. Ketika peristiwa terjadi sering tergoga menguraikan apa saja yang muncul dari peristiwa atau yang didengar dari sebuah pertemuan.Tidak mungkin kita menceritakan semua kalau untuk menyajikan berita misalnya yang panjangnya hanya dua atau tiga menit. Jadi jangan berpretensi ingin menjelaskan semuanya dalam tempo beberapa menit.

2. Nah berangkat dari kiat nomor satu ini maka:Fokuskan kepada satu hal pada suatu waktu. Memfokuskan diri pada satu hal saja - misalnya jumlah korban dalam musibah feri di Majene - akan memberikan dampak kuat daripada menjelaskan semuanya. Fokus akan membantu memudahkan pendengarkan mendapatkan gambaran yang jelas. Meski tidak semua dipaparkan namun sudah ada potongan gambar yang bisa dijadikan pedoman dalam melihat gambaran menyeluruh. Berita radio tidak berpretensi untuk menjelaskan secara keseluruhan sebuah peristiwan.

3. Menuliskan berita dalam bahasa lisan akan memudahkan pendengar. Karena radio itu suara maka, menyajikan sebuah laporan dengan bahasa lisan akan lebih mudah daripada bahasa tulisan. Bahasa lisan lebih akrab bagi para pendengar, lebih mengalir dan hidup. Bahasa tulisan kadang-kadang kurang dalam intonasi dan penekanan. Bahasa lisan seharusnya memang menjadi bagian dari penulisan dan penyampaian berita radio. (bersambung)

No responses yet

Jan 06 2009

Lowongan wartawan di Detikcom

Published by Editor under Archives

Situs berita Detikcom kembali membuka kesempatan bagi jurnalis muda untuk ikut bergabung. Peluang bagus di awal tahun 2009. Namun jangan lupa aplikasi harus masuk paling lambat tanggal 15 Januari 2009.

Berikut penggalan peluang itu:

[RED] Journalist DetikNews.com

Requirements:

Candidate must possess at least a Bachelor’s Degree in any field.
Fresh graduates/Entry level applicants are encouraged to apply.
Single, not more than 24 years old and attractive appearance.
Have great interest in journalism especially news & politics
Able to communicate and write in English
Energetic, dynamic, creative & like challenges
Please state position code in the e-mail subject; [RED] Journalist DetikNews.com.

[RED] Journalist DetikFinance.com
Requirements:

Candidate must possess at least a Bachelor’s Degree in any field.
Fresh graduates/Entry level applicants are encouraged to apply.
Single (male preferably), not more than 24 years old and have an attractive appearance.
Has great interest in journalism especially finance & business news.
Able to communicate and write in English.
Energetic, dynamic, creative & like challenges.
Please state position code in the e-mail subject; [RED] Journalist DetikFinance.com.

Selengkapnya Anda bisa mengakses di Detikcom.

2 responses so far

Jan 06 2009

Memantau Gaza dari LiveLeak.com

Published by Editor under Archives, Television

Sebuah situs yang membeberkan beberapa rekaman video yang berbeda dari mainstream media. LiveLeak.com memberikan alternatif video dan berita yang mungkin bisa dijadikan perbandingan.

Perkembangan di Gaza misalnya yang banyak dicari orang sekarang bisa disaksikan dari beberapa penggalan video di LiveLeak.com.

Seperti halanya situs berita yang bukan formal, tampilan video disini atau beritanya hanya sebagai bahan pertimbangan bukan yang seperti dimunculkan di media umum. Kekuatan internet memang terletak kepada kebebasan dalam menyebarkan informasi meski sebagai penggunanya harus kritis karena kadang-kadang berisi tipuan yang sudah diedit.

Berbeda dengan televisi, radio, media online atau cetak umumnya, tampilan berita dan cerita di LiveLeak.com ini tidak selalu dapat diandalkan. Namun demikian tetap menarik untuk disimak.

One response so far

Next »