Tips membuat feature

Selain keterampilan memberikan laporan yang bersifat hardnews, seorang jurnalis sebaiknya memiliki kemampuan membuat feature. Jika dalam menyusun laporan yang sifatnya lugas, prinsip 5W 1H menonjol, maka dalam laporan bersifat feature kaidah itu tidak selalu pas.

Berita lebih menekankan kepada angle yang disesuaikan dengan kebijakan editorial, maka laporan yang bersifat feature lebih dalam lagi. Seorang wartawan yang menyusun sebuah feature biasanya memiliki pemahaman yang kuat terhadap kebijakan editorial sebuah surat kabar atau majalah atau media elektronik.

Berita kebakaran misalnya. Dengan mengandalkan prinsip 5W 1 H maka seorang jurnalis tinggal melihat mana angle yang tepat. Apakah dia akan mengangkat gedungnya yang terbakar karena museum? Atau apakah dia akan mengangkat soal korbannya karena dari satu rumah jompo semuanya meninggal dilalap api. Setiap jurnalis akan berbeda dalam mengangkat lead beritanya.

Feature berbeda dengan berita biasa. Di dalam penulisan feature faktor manusiawi lebih menonjol dibandingkan berita yang sifatnya lugas. Berita yang sudah terlambat tetapi layak diangkat lagi, misalnya tingkat pembunuhan di Jakarta, bisa menjadi feature menarik akhir pekan misalnya berdasarkan sedikit riset.

Untuk menulis feature ada beberapa hal penting.

1. Feature menekankan aspek penyajian yang menyentuh hati, bukan hanya informasi. Sebuah feature yang baik adalah laporan yang disusun berdasarkan konsep untuk memperkuat appeal terhadap pembaca. Nasib naas seorang pemulung yang meninggal ditabrak mobil mewah dimana ternyata dia meninggalkan keluarga dengan anak lima, misalnya, akan menyentuh pembaca untuk membantu keluarga yang ditinggalkannya. Sentuhan terhadap perasaan pembaca ini bisa dimulai dari kalimat pertama. Misalnya, canda dan tawa dua anak dari korban tabrakan itu seolah melupakan duka ayahnya yang tidak bisa ditemui lagi esok harinya. Sudut pandang penulis melihat nasib keluarganya ditambah data statisik mengenai jasa pemulung membersihkan kota Jakarta, contohnya, membuat feature itu akan menarik.

2. Sajikan fakta-fakta yang kuat. Anda tidak hanya harus membuat feature dengan menyentuh tetapi buatlah fakta dalam konteks yang kuat. Seorang pemulung yang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas bisa diangkat sebagai masalah ketidakberdayaan kaum papa di jalan. Berapa korban tabrakan di Jakarta per bulan atau per tahun ? Feature akan memiliki nilai tinggi, meskipun dirangkum dalam dua kalimat. Atau bisa pula berapa pemulung di Jakarta menurut taksiran. Angka-angka akan memperkuat bobot feature.

3. Selain menempatkan kasus dalam konteks lebih luas, feature juga sebaiknya penuh dengan warna. Percakapan, cerita dan penuturan yang mengalir merupakan kunci penting menuangkan sebuah karya jurnalistik dalam bentuk feature. Dalam kasus pemulung yang meninggal tadi, jika penulisnya turun ke jalan berbincang dengan keluarga dan kerabat serta rekan-rekannya, maka percakapan itu akan berarti banyak dalam mengekspresikan kesedihan mereka. Si pemulung yang meninggal misalnya seorang yang jujur dan sopan. Dia tidak pernah ceroboh di jalan. Beberapa kalimat dari lokasi kejadian akan meningkatkan kualitas feature.

4. Selain membuka dengan kalimat yang menyedot pembaca masuk ke dalam, jalinlah ceritanya untuk tetap mendorong pembacanya mengikuti sampai akhir. Dengan menuliskan feature mengikuti kaidah cerita maka pembaca dihadapkan pada sebuah kisah kehidupan yang nyata tetapi berwarna di dalamnya. Pembuka yang kuat ditambah dengan tubuh feature yang berwarna disertai penutup yang mengguncangkan pembacanya akan memberikan daya tarik tersendiri feature Anda. Tidak perlu seorang jurnalist menuangkan dengan kata-kata yang superlatif, cukup menulis fakta, menyampaikan ekspresi keluarga dan kerabat korban dan diakhiri dengan beratnya perjuangan hidup pemulung di tengah bahaya lalu lintas, akan menjadikan feature tersebut layak dibaca tuntas.

This entry was posted in Coverage tips, Jurnalistik, Writing tips. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

48 Comments

  1. Dedy Sagita
    Posted April 18, 2007 at 4:09 pm | Permalink

    Bagi seorang jurnalis pemula seperti saya, kesulitan menulis feature lebih terletak pada, memilih teman feature yang akan diangkat, karena menurut hemat saya, sesuatu yang menarik bagi seseorang belum tentu menarik bagi orang lain. Hingga saya seringkali kehabisan waktu memikirkan tema apa yang menarik yang harus saya tuangkan ke dalam feature.Tapi tips diatas cukup memberi masukan bagi saya dalam mencoba menulis feature, walaupun menurut saya masih kurang. thanks

  2. Posted April 18, 2007 at 6:25 pm | Permalink

    Bung Dedy, semua feature apapun topiknya menarik. Tinggal bagaimana cara Anda mengolahnya. Sama seperti hidangan, kalau Anda pandai memasak bumbunya, apapun makanannya akan enak. Silahkan coba. Sesudah sering menulis feature, Anda akan punya editorial judgment yang akan menentukan menarik dan tidaknya bagi pembaca Anda.

  3. Arianty
    Posted December 6, 2007 at 8:20 am | Permalink

    saya masih kurang mengerti apa yang membedakan feature dan berita,,selain itu apa sih ciri yang membedakan antara feature, berita dan artikel?? Saya mendapatkan tugas untuk membuat feature tapi saya belum memahami benar maksud dari feature itu sendiri,,mohon tolong dijelaskan secara singkat dan akhirnya saya memahami makna dari feature itu sendiri!! Terima Kasih,,

  4. Posted December 17, 2007 at 5:37 pm | Permalink

    bagaimana seharusnya untuk merangkai data-data ini menjadi sebuah feature (contoh saja): mahasiswa + semester akhir + kiriman perbulan 200rbu + kuliah sambil kerja + punya pacar cantik + sombong. kira2 rangkaian yang bagus itu bagaimana ?

  5. puspita sulistyawati
    Posted January 9, 2008 at 5:27 am | Permalink

    saya mau tanya, jenis lead apa yang sering dipakai dalam pembuatan feature?

  6. Posted February 11, 2008 at 4:08 am | Permalink

    agar mudah membuat feature hal apa yang harus diperhatikan?

  7. Posted February 22, 2008 at 1:37 am | Permalink

    Terimakasih atas bantuan informasi kepada saya. senang rasanya bisa belajar dari siapapun.terimakasah

  8. ferry
    Posted February 26, 2008 at 5:44 pm | Permalink

    apa benar jenis berita feature selalu banyak digunakan oleh wartaan atau jurnalis??
    karena banyak dari mereka yang menggunakan feature daripada jenis berita

  9. ferry
    Posted February 26, 2008 at 5:47 pm | Permalink

    pers di iNdonesia lebih condong memakai feature atau jenis berita ?

  10. Posted March 10, 2008 at 6:16 am | Permalink

    bagaimana caranya memulai membuat berita feature

  11. endang
    Posted March 22, 2008 at 11:22 am | Permalink

    jenis feature apa yang paling mudah dibuat dan sangat disukai masyarakat???

  12. Jefry
    Posted March 29, 2008 at 6:56 am | Permalink

    Saya salah seorang pekerja pers di Aceh, saya ingin bertanya. Apakah penulisan feature erat kaitannya dengan bahasa jiwa atau kalimat-kalimat yang menyentuh hati pembaca?

  13. Posted May 10, 2008 at 2:47 am | Permalink

    Tolong kirimkan contoh feature, Mas.
    Sandy masih suka kebingungan menulis feature.
    Teorynya sih udah hafal. tapi praktiknya kadang membingungkan.

  14. Posted June 7, 2008 at 3:27 am | Permalink

    saya mahasiswa Universitas Negeri Medan,jururan Sastra Indonesia. saya sangat mengalami kesulitan ketika mengerjakan tugas mata kuliah menulis berita dari dosen saya mengenai berita feature, saya bingung tentang tema apa yang akan saya angkat,apalagi objek yang akan saya jadikan berita feature sulit saya temukan. namun tips ini cukup membantu saya dalam mengerjakan tugas saya. tanks ya ….

  15. Anonymous
    Posted June 8, 2008 at 10:26 am | Permalink

    CONTOH FEATURE KYA GIMANA YWA

  16. Posted June 8, 2008 at 5:15 pm | Permalink

    Mengenai contoh feature, saya nanti bisa coba buatkan ya. Sepertinya kalau baca majalah atau koran di Indonesia misalnya soal kenaikan BBM, dapat Anda baca mengenai perihnya dan pedihnya akibat mahalnya harga barang.

    Untuk Mbak Nurhia, untuk prinsip pembuatan feature sudah saya kemukakan, mungkin contohnya ya. Feature itu prinsipnya human touch, menyentuh nurani kita. Ibu dengan tujuh anak yang ditinggal suami karena kecelakaan pesawat misalnya bisa memberikan gambaran bagaimana kesulitan sang ibu.

    Mas Sandy, saya akan usahakan mengirim feature untuk Anda. Ketika saya meliput korban bom Bali 2002 di Denpasar, saya wawancara ibu yang kehilangan suaminya yang sedang lewat di dekat klub Sari ketika bom meledak.

    Mas Jefry benar feature menekankan kepada emosional dan perasaan. Tapi tetap berdasarkan fakta bukan khayalan dan opini.

  17. syzta
    Posted July 16, 2008 at 11:56 am | Permalink

    trimakasih banyak infonya,
    barusan saya juga membaca dibeberapa buku tentang news dan feature, dan jujur saya masih sangat bingung untuk membedakan keduanya.

    ketika di sepersekian menit saya mengerti apa makna nya, saya tiba-tiba kembali harus membuka buku itu dan mencoba memahami maknanya lagi saat perintah untuk membuat feature datang.
    didepan layar komputer saya kembali diam, dan bingung untuk membuat feature, sebenarnya :

    1. apakah sama feature dengan kisah pribadi (curhat) ?
    karena dibuku yang saya baca, feature sifatnya nyata, mengalir, dan bermain dengan perasaan..

    2. apakah opini pribadi tidak boleh dimasukkan seperti hal nya menulis berita/news?

    3. bagaimana cara termudah untuk membuat feature? apakah menentukan judulnya dulu, memikirkan hal yang umum, atau serumit bersemedi untuk mendapat ‘ilham’?

    4. mengenai arti dari feature, bermain perasaan, berdasarkan fakta, dan termasuk kedalam jurnalistik sastra. apakah feature bisa bermain dengan kalimat puitis, cerita yang mengelak tawa karena kekonyolan ?

    maaf mas agak ribet pertanyaannya, karena saya sangat amat bingung..
    maklum saya adalah mahasiswi angkatan baru yang baru saja ikut pelatihan jurnalistik, jadi saya masih belum paham betul .

    terimakasih,

  18. CH
    Posted August 20, 2008 at 11:40 am | Permalink

    tolong kirimin contoh feature dong.masih bingung ni!

  19. Posted September 2, 2008 at 5:24 am | Permalink

    Bung Editor,
    Saya kutip tulisan ini yaaa… (bisa dibaca di sini: http://p2kafe.wordpress.com/2008/09/02/tips-membuat-feature/ ) Terimakasih..

  20. tya
    Posted September 16, 2008 at 11:34 am | Permalink

    mas, apa sih bedanya feature dengan documenter…

    terimakasih

  21. fajri
    Posted October 15, 2008 at 3:05 pm | Permalink

    mas saya udah coba membuat beberapa feature tetapi yang menjadi kendala saya adalah ketika menulis sering kali terjadi pengulangan. mohon saran ya mas dan thank a lot atas tipsnya

  22. arin
    Posted November 12, 2008 at 1:12 am | Permalink

    bang..
    ternyata menuangkan isi pikiran ke dalam tulisan itu susah bgt yagh bang..
    kiat khusus agar lancar dalam menulis itu bagaimana sih bang?

  23. Yudi
    Posted December 8, 2008 at 9:15 am | Permalink

    dear editor,,
    saya tertarik sekali dengan tulisan mas tentang feature, sekalian saya minta tolong mas,,boleh tak kasih saya contoh feature mengenai dampak investasi telekomunikasi bagi daerah,,

    perlu mas buat nambah bahan studi,,,

    ini e-mail saya mas,,sunnah_koe@yahoo.com

    terimakasih,,

  24. Lutung
    Posted March 4, 2009 at 6:27 am | Permalink

    kalau perbedaan feature dengan berita apa???

  25. Sma 84
    Posted March 16, 2009 at 8:24 am | Permalink

    mas mintaaaaaaaaaa feature napaaaaaaa,contohnyaaaa yehhhh

  26. ferry
    Posted March 26, 2009 at 11:49 am | Permalink

    mas saya selalu kesulitan untuk menulis lead dalam tulisan feature, mungkin ada yang harus diperhatikan untuk mendapatkan lead yang kuat, yang menarik, yang mengundang rasa ingin tau? makasih mas editor

  27. Anonymous
    Posted April 5, 2009 at 4:48 am | Permalink

    THX

  28. jane
    Posted April 10, 2009 at 9:24 am | Permalink

    beda feature sama artikel itu apaa siihhh….???

  29. RIFKY
    Posted June 4, 2009 at 8:38 am | Permalink

    syarat-syarat feature televisi apa saja cy..?

  30. ahmad supartono
    Posted September 23, 2009 at 3:32 am | Permalink

    Jazakumullah

  31. noerseto
    Posted October 10, 2009 at 12:24 am | Permalink

    tema-tema apa yang mudah dibuat feature?

  32. Posted October 16, 2009 at 7:57 am | Permalink

    kalo iklan itu termasuk apa si? hard news atau feature?

  33. Posted November 14, 2009 at 6:06 pm | Permalink

    melu sinau…

  34. ws galuh
    Posted November 30, 2009 at 12:36 am | Permalink

    bagaimana cara mdah membuat feature?
    tema apa yang mudah dibuat feature?
    nuwun,

  35. Posted December 26, 2009 at 6:54 am | Permalink

    apa feature yang terdiri atas empat paragraf masih bisa dikatakan feature?

  36. Posted December 26, 2009 at 6:56 am | Permalink

    KENAPA SAYA MASIH SULIT MEMBUAT FEATURE, APA YANG MENGHAMBAT DARI HAL TERSEBUT

  37. imam
    Posted January 18, 2010 at 9:14 am | Permalink

    nice article…matursuwun…^_^

  38. iKmaLz
    Posted January 21, 2010 at 9:31 am | Permalink

    Terimakasih atas keterangannya di atas,
    semoga saya dapat menjadi penulis yang handal dan menghibur pembacanya.

  39. imel
    Posted January 28, 2010 at 11:10 pm | Permalink

    Kebetulan saya mendapatkan tugas dari dosen untuk membuat feature, terimakasih atas penjelasannya

  40. firdausi
    Posted February 16, 2010 at 7:17 am | Permalink

    saya kesulitan menentukan angel.
    dan saya memiliki problem yaitu kesulitan dalam menyusun berita feature!
    apa ada tips2nya bang!

  41. Posted March 12, 2010 at 5:41 am | Permalink

    tolong dong pa kelemahan dari feacure

  42. Posted May 16, 2010 at 12:43 pm | Permalink

    Assalamualaikum. Saya ijin copas mas. terimakasih, saya butuh artikel ini

  43. ubaidillah AS
    Posted May 17, 2010 at 8:28 am | Permalink

    dalam membuat feature, kdang saya masih kesulitan dalam mengkaji berita yang ingin saya tulis kedalam feature. gmn mas?

  44. ridho rizqi of man d
    Posted May 23, 2010 at 3:09 am | Permalink

    bung q lagi bingung…………….
    apakah feature tu berita yang di persingkat…………
    truzzzz pa haru ada gambar nya?????

  45. Posted May 23, 2010 at 3:10 am | Permalink

    jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj

  46. santy otodu
    Posted June 7, 2010 at 3:47 pm | Permalink

    editor aq minta contoh feature donk…
    gimana sih cara membedakan feature dgn jenis berita yang lain?….
    aku sering baca koran tpi untuk mencari feature sering kesulitan….

  47. agung maulana
    Posted June 8, 2010 at 9:19 am | Permalink

    editor..
    saya agung mahasiswa di salah satu perguruan swasta di jakarta,
    tugas untuk membuat feature oleh dosen saya sudah di gambarkan mengenai sesuatu yaitu,cerita domba yang selalu di ambil bulunya untuk di manfaatkan manusia, lalu yang mesti saya lakukan berikutnya apa…? dan benerkah dalam feature itu yang tadinya tidak ada menjadi ada…???

    nah kalau yang terjadi adalah contoh di atas seperti kecelakaan kan ga mungkin yang tadinya tidak ada menjadi ada?? ….

    jadi tolong ya editor…gambarkan contoh feature ,yaa mungkin menyerempet pada cerita saya…hehehe

  48. ratu
    Posted June 29, 2010 at 2:04 pm | Permalink

    wah … artikelnya bagus..
    q , tapi ku masih bingung saat mulai menulis feature, leh ngak dikirimin contoh feature buatku , ini email ku ratu.balgish@gmail.com.

    thax ya…

Post a Comment

Your email is never published nor shared.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>