Salah satu penyakit dari jurnalis adalah lemahnya akurasi. Yang dimaksud lemahnya akurasi ini adalah tidak tepatnya penggunaan data, fakta dan nama sehingga melahirkan kesalahan dalam pelaporan.
Oleh sebab itu akurasi merupakan satu hal penting dalam kerja seorang jurnalis. Dia melaporkan fakta tetapi fakta dasarnya salah maka salah pula laporannya. Kesalahan ini bisa diperbaiki namun akan memakan rasa malu dan masalah hukum.
Kalau angle pemberitaan mungkin bisa tidak memuaskan editor atau pembaca namun kesalahan fatal dari jurnalis adalah membuat kesalahan dalam pelaporan.
Perbaikan dan permintaan maaf mungkin bisa menyembuhkan tetapi kredibilitas menjadi taruhannya. Oleh sebab itulah maka akurasi harus dijaga sampai pada tingkat zero toleransi.
Jika hanya berakibat kesalahan editorial mungkin bisa dimaafkan, namun kelamahan dalam akurasi ini akan berakibat fatal jika melahirkan tuntutan hukum dari pihak yang dirugikan dalam pemberitaan. Sengaja atau tidak, masalah ini akan membawa dampak finansial bagi lembaga jurnalistik.
Oleh sebab itulah maka hindari kesalahan ini sebab jika tidak tuntutan bermilyar rupiah akan ditimpakan dimana seorang jurnalis berkarya. Jika sampai demikian masa depan akan suram untuk sementara dan kesalahannya akan diingat dalam sejarah lembaga itu. Kalau sudah sampai pada gugatan perdata, maka taruhannya bisnis media itu dalam ancaman.



6 Comments
Assalamu’alaikum.. damang kang? Punten ah, ngiring nebeng nya, pang publish-keun info di bawah ini di website akang nya, truz… di-link atuh kang weblog abdi (di link jurnalis, dan abdi teh Pemred Tabloid Alhikmah Bandung),dan Batic (www.baticnews.co.nr). Nuhun Kang…. Iraha ka Bandung?
BATIC Buka Pendaftaran Angkatan XVII
BALAI Jurnalistik ICMI Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Organisasi Wilayah Jabar (BATIC) membuka pendaftaran anggota baru untuk mengikuti Diklat Jurnalistik Angkatan XVII. Pendaftaran dilakukan langsung ke Sekretariat BATIC di Gedung ICMI Orwil Jabar yang baru di Jln. Cikutra Bandung (tepat Depan Hotel Bumi Kitri), Tlp. 022.720 6964, 022.709 72091. Biaya pendaftaran dan diklat hanya Rp 180 ribu.
Materi pelatihan antara lain dasar-dasar jurnalistik, teknik reportase, bahasa jurnalistik, jurnalistik radio dan televisi, teknik menulis berita-artikel-feature, fotografi jurnalistik, teknik publikasi karya jurnalistik, editing, dan sebagainya, termasuk materi ekstra seperti teknik MC dan resensi buku dan film.
Para pemateri dari kalangan akademisi dan praktisi, seperti Dr. Asep S. Muhtadi (pakar komunikasi), AS Haris Sumadiria (UIN/Unpad), ASM. Romli alias Kang Romel (Ketua BATIC/praktisi/wartawan/penyiar), Eriyanti ND (PR), Sarnapi (PR), Arif Permadi (Tribun Jabar), dan praktisi jurnalistik lain dari PR, Galamedia, Republika, Media Indonesia, Kompas, dll.
Diklat yang dikemas dalam “Majelis Ta’lim Jurnalistik” itu dilakukan dalam 24 X pertemuan, setiap hari Sabtu mulai Pkl. 13.00 WIB di Sekretariat BATIC ICMI Jabar. Menurut Ketua BATIC, ASM. Romli, alumni BATIC kini mencapai 700-an orang dan banyak yang sudah terjun menjadi praktisi (wartawan), humas, menangani bidang media massa di ormas/instansi, menerbitkan tabloid/majalah/buletin, dan sebagainya.
Minat ? Mangga, diantor di Sekretariat BATIC di Gedung ICMI Orwil Jabar yang baru di Jln. Cikutra Bandung (tepat Depan Hotel Bumi Kitri), Tlp. 022.720 6964, 022.709 72091. Insya Allah bermanfaat dunia-akhirat. (www.romeltea.co.nr).*
Silahkan Romel, dan teman-teman silahkan memanfaatkan diklat ini untuk memasuki kancah jurnalistik di Indonesia
Salut buat tulisan anda. sekarang tinggal dimana and kegiatannya apa?? pasti juga seorang journalist ya???
tulisan anda sangat menarik dan saya suka. saya ingin belajar dari anda.
apa anda ada fs??? atau ym?? boleh saya minta?
nama asli anda di blog ini apa? nanti akan saya add di blog saya, salam kenal dari orang Padang.
Tulisan-tulisan seperti ini sangat penting; tidak hanya buat wartawan, karena masyarakat umum pun perlu menguasai penulisan yang efektif.
btw aku baru saja memposting tulisan mengenai Ahmadiyah dalam konteks kebebasan beragama :
http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/04/23/negara-tidak-berhak-membubarkan-ahmadiyah/
Terima kasih.
Ayomerdeka!
saya tertarik dengan dunia jurnalistik , kira2 ada ngk yg bisa ngasih saya referensi atau cara bisa menjadi seorang jurnalistik, saya sekarang dosen salah satu pts swasta dilampung dan amat tertarik dg jurnalis, terima kasih banyak . saya ucapkan kepada siapa saja yg bisa membantu dan membaca surat saya ini
mari kita perbaiki kesalahan dan kekurangan yangt ada dalam pers.
One Trackback
[...] kesalahan fatal jurnalis [...]